Koloid

 

Perbedaan Koloid, Suspensi dan Larutan

perbedaan koloid dkk

A. Sistem Koloid

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel- partikel  zat  yang   berukuran  koloid  tersebar merata dalam zat lain. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 – 10-5 cm ).

Di dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat sebagai berikut :                   .

  • Zat terdispersi zat yang terlarut di dalam larutan  koloid
  • Zat pendispersi zat pelarut di dalam larutan koloid

perbandingan sistem koloid

perbandingan fase

Koloid  digunakan  di  berbagai  industri  karena  koloid  merupakan  satu-satunya cara  untuk menyajikan suatu campuran dari zat – zat yang tidak   saling melarutkan secara homogen  dan stabil (pada  tingkat makroskopis).  Contohnya cat mengandung pigmen yang tidak larut dalam   air   atau   medium   cat,   tetapi dengan system koloid dapat dibuat suatu campuran yang homogen ( merata) dan stabil.

B. Sifat-Sifat Koloid

Sifat optik/dapat menghamburkan cahaya,

larutan dapat meneruskan cahaya sedangkan koloid dapat mengahmburkan cahaya

peristiwa penghamburan cahaya disebut dengan efek tyndall. Beberapa conoth dari efek tyndall yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari adalah :

  • Di bioskop, jika ada asap mengepul, maka dari cahaya proyektor akan terlihat lebih terang.
  • Didaerah berkabut, sorot lampu mobil terlihat lebih jelas.
  • Sinar matahari yang masuk melewati celah, kedalam ruangan yang berdebu, maka partikel debu akankelihatan dengan jelas.
    untuk lebih jelas dapat dilihat pada video dibawah ini :

Sifat Kinetik

Sifat kinetik koloid ada dua, yaitu gerakan termal dan gerakan akibat gaya grafitasi.

Partikel koloid senantiasa bergerak terus menerus dengan gerakan patah-patah (zig-zag) yang kemudian dikenal dengan Gerak Brown

Gerak Brown ini pertama kali dikemukakan oleh Robert Brown, pada waktu mempelajari gerak serbuk tepung sari di atas air.

Gerak Brown terjadi sebagai akibat tumbukan yang tidak seimbang dari molekul-molekul medium terhadap pertikel koloid.

Gerak brown dapat menstabilkan koloid karena partikel-partikel koloid bergerak terus menerus menghasilkan gerakan yang dapat mengimbangi gravitasi, sehingga koloid itu tidak akan mengendap.

Sifat Listrik

beberapa sifat listrik adalah

  • Elektroforesis: gerak partikel koloid bermuatan oleh pengaruh medan listrik
  • Elektroosmosis: gerak partikel koloid bermuatan melalui membran semipermeabel oleh pengaruh medan listrik.
  • Potensial aliran: partikel koloid dipaksa bergerak melalui pori membran (kebalikan dari elektroosmosis)
  • Potensial sedimentasi: partikel koloid bermuatan mengendap karena pengaruh perbedaan potensial.

Adsorpsi
Ukuran partikel koloid kecil sehingga permukaannya luas dan menyebabkan kemampuan adsorpsinya besar. Partikel koloid akan bermuatan listrik, apabila partikel koloid menyerap ion yang bermuatan, dan ion tersebut menempel pada permukaan koloid, sehingga partikel koloid itu akan bermuatan.

Sifat adsorbsi dari partikel koloid dapat dimanfaatkan untuk:

  • Penjernihan air (misalnya air sungai). Penambahan tawas pada air sungai, akan membentu koloid  Al(OH)3, yang akan mengadsorbsi pengotor dalam   air,sehingga menggumpal dan mengendap, sehingga air akan menjadi jernih.
  • Menghilangkan bau badan Produk roll on deodorant menggunakan Aluminium stearat sebagai adsorben, jika deodorant digosokkan pada anggota badan, maka Al-stearat akan mengadsorbsi keringat yang menyebabkan bau badan.
  • Penggunaan Norit, Norit mengandung arang aktif yang akan menyerap berbagai racun dalam usus.

Koagulasi

Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid, sehingga kestabilan system koloid menjadi hilang. Penyebab koagulasi pada sistem koloid, antara lain karena pengaruh :

  • pencampuran elektrolit
  • pemanasan,
  • pendinginan,
  • elektroforesis yang berlangsung lama.

 

Koagulasi koloid karena penambahan elektrolit terjadi sebagai berikut:

Koloid yang bermuatan negatif akan menarik ion positif (kation), sedangkan koloid yang bermuatan positif akan menarik ion negatif (anion). Ion-ion tersebut akan membentuk selubung lapisan kedua. Apabila selubung lapisan kedua itu terlalu dekat maka selubung itu akan menetralkan muatan koloid sehingga terjadi koagulasi. Makin besar muatan ion makin kuat daya tariknya dengan partikel koloid, sehingga makin cepat terjadi koagulasi.

proses koagulasi yang sering terjadi sehari-hari :

– Merebus telur mentah di dalam air

– Mendinginkan agar-agar panas

– Pembentukan delta dimuara sungai

– Penjernihan air sungai.

– Penggumpalan karet dalam lateks

– Penggumpalan asap debu pabrik dengan pengendap cottrel

 

\

Koloid Pelindung

koloid pelindung adalah suatu sistem koloid yang ditambahkan pada koloid lain, sehingga dihasilkan koloid yang stabil. Misalnya : pada pembuatan es krim, agar dihasilkan es krim yang lembut, perlu ditambahkan gelatin sebagai koloid pelindung.

Koloid Liofil dan Liofob

Koloid yang medium pendispersinya cair dibedakan atas 2 jenis yaitu.

  • koloid liofil

Adalah koloid yang mempunyai gaya tarik menarik yang cukup besar antara zat terdispersi dengan mediumnya. Umumnya koloid liofil lebih kental dan lebih stabil dari koloid liofob, karena fase terdispersi dibungkus oleh mediumnya, sehingga terhindar dari pengelompokkan (koagulasi), hal ini disebut Solvatasi/hidratasi.

Koloid liofil bersifat reversible, karena apabila terjadi penggumpalan/pengendapan, dan endapan itu ditambah kembali koloid liofil.

  • koloid liofob

Adalah koloid yang gaya tarik menarik antara zat terdispersi dengan mediumnya tidak ada atau sangat lemah.

Koloid liofob akan stabil, apabila mengadsorbsi suatu ion.

perbedaan koloid liofil dan liofob adalah :

liofob dan liofil

Hidrofil dan Hidrofob

perbedaan hidrofil dan hidrofob hidrofob dan hidrofil

 

Pembuatan Koloid

Cara Dispersi

–    Dispersi mekanik, dengan menggerus partikel besar hingga diperoleh partikel koloid.

Contoh: belerang dan urea digerus kemudian diaduk  dengan air membentuk hidrosol.

–    Dispersi elektrolitik, cara pembuatan ini dilakukan dengan alat yang dikenal sebagai busur Bredig.

–    Peptisasi, dibuat dari partikel kasar yang diubah menjadi partikel koloid dengan penambahan air atau zat lain.

Contoh: koloid AgCl terbentuk dengan menambahkan akuades pada endapan AgCl , Koloid aluminium hidroksida dibuat dengan menambahkan asam klorida encer (sedikit) pada endapan Al(OH)3 yang baru dibuat.

Cara Hidrolisis

Sol besi(III) hidroksida dibuat dengan cara menambahkan larutam besi(III) klorida pada air panas, fecl3Dekomposisi Rangkap

–    Pembuatan sol As2S3 dibuat dengan mengalirkan gas HS dengan asam arsenit (H3AsO3) yang encer.

h3aso3

–    Pembuatan sol perak bromida untuk membuat film, kertas, atau peat fotografi. KNO3 dihilangkan dengan cara dialisis, kemudian ditambahkan gelatin. Emulsi fotografi adalah suspensi butir-butir perak bromida dalam gel gelatin.

agno3

Pemurnian Koloid

Dialisis

Dialisis adalah, suatu proses untuk menghilangkan ion-ion yang dapat mengganggu kestabilan koloid. Pada proses ini, sistem koloid yang berada dalam kantong koloid, dimasukkan ke dalam bejana yang berisi air mengalir. Kantong koloid terbuat dari selaput semipermeable, yang dapat dilewati oleh ion-ion, tetapi tidak dapat dilewati oleh partikel koloid.

Ultra Filtrasi

Pori kertas dapat diperkecil dengan mencelupkan ke dalam kolodian. Pada penyaringan perlu menggunakan pompa air atau pompa vakum.